Minyak Wangi
Vs
Me
“Ayra!
sudah selesai tugas morfologi?” tanyaku sembari menghampiri Ayra yang sedang
membaca.
“belum,
Ka”
“yaaaaah,
padahal aku mau pinjam tugas kamu”
Hilang sudah harapanku
untuk bisa menyelesaikan tugas kuliahku hari ini.
“baca apa Ra?”
“baca majalah ni”
“coba kulihat”
Aku membolak-balik majalahnya dan
mencari hal yang menarik.
“Ra, ini kayaknya
menarik”
“yang mana?” ia milhat
ke majalah yang aku tunjukkan. “ini” tunjukku
Perasaanku terasa risih
karena Ayra menatap ku lama kemudian tertawa lepas.
“Riz, kamu gak lagi
sakit kan?” ia memegang dahiku lalu bergantian memegang dahinya.
“aku sehat, kok”
“Terus, kok bisa cewek penampilan
yang……dan mandi ja jarang kok bisa tertarik dengan minyak wangi. Mana yang
botol ping lagi” ucap Ayra dengan nada tak percayanya. Kata-katanya membuat
nyaliku menciut.
“habis, ku cium baunya
wangi.tertarik mencoba”
“jadi kamu tau juga
cara gunakan majalah cewek seperti ini”Ayra kembali bekata dengan nada mengejek
tapi aku tak memperdulikannya aku hanya focus pada yang aku inginkan.
“Ra, aku mau yang ini,
ya”
“kamu serius Ka?
Mahasiswa aktivis kampus yang terkenal pemberontak dan sering berpenampilan
urakan, minta pesan minyak wangi?”
“ya aku serius” ucapku
enteng tanpa melihat kearahnya.
“oke, kalau kamu serius
mau pakek akan ku kasih gratis buat kamu”
“tapi wangi farfum
aslinya sama dengan wangi sempelnya kan?”
“ya tentulah, kamu
pikir aku akan nipu kamu, gitu”
“hehehehe. Aku pegang
janji kamu”
“eh, bu Tris datang”.
Aku menyimanpan majalahnya Ayra lalu focus dengan Mk yang sedang dijelaskan bu
Tris
Tidak ada komentar:
Posting Komentar