Jumat, 29 September 2017

cerpenku


Minyak Wangi
Vs
 Me


“Ayra! sudah selesai tugas morfologi?” tanyaku sembari menghampiri Ayra yang sedang membaca.
“belum, Ka”
“yaaaaah, padahal aku mau pinjam tugas kamu”
Hilang sudah harapanku untuk bisa menyelesaikan tugas kuliahku hari ini.
“baca apa Ra?”
“baca majalah ni”
“coba kulihat”
Aku membolak-balik majalahnya dan mencari hal yang menarik.
“Ra, ini kayaknya menarik”
“yang mana?” ia milhat ke majalah yang aku tunjukkan. “ini” tunjukku
Perasaanku terasa risih karena Ayra menatap ku lama kemudian tertawa lepas.
“Riz, kamu gak lagi sakit kan?” ia memegang dahiku lalu bergantian memegang dahinya.
“aku sehat, kok”
“Terus, kok bisa cewek penampilan yang……dan mandi ja jarang kok bisa tertarik dengan minyak wangi. Mana yang botol ping lagi” ucap Ayra dengan nada tak percayanya. Kata-katanya membuat nyaliku menciut.
“habis, ku cium baunya wangi.tertarik mencoba”
“jadi kamu tau juga cara gunakan majalah cewek seperti ini”Ayra kembali bekata dengan nada mengejek tapi aku tak memperdulikannya aku hanya focus pada yang aku inginkan.
“Ra, aku mau yang ini, ya”
“kamu serius Ka? Mahasiswa aktivis kampus yang terkenal pemberontak dan sering berpenampilan urakan, minta pesan minyak wangi?”
“ya aku serius” ucapku enteng tanpa melihat kearahnya.
“oke, kalau kamu serius mau pakek akan ku kasih gratis buat kamu”
“tapi wangi farfum aslinya sama dengan wangi sempelnya kan?”
“ya tentulah, kamu pikir aku akan nipu kamu, gitu”
“hehehehe. Aku pegang janji kamu”

“eh, bu Tris datang”. Aku menyimanpan majalahnya Ayra lalu focus dengan Mk yang sedang dijelaskan bu Tris

Tidak ada komentar:

Posting Komentar